Banyak orang memulai hari dengan meraih ponsel sebagai insting pertama setelah membuka mata. Baik itu untuk meninjau pesan singkat, memantau media sosial, atau sekadar memastikan tidak ada informasi yang terlewatkan. Namun, ahli medis memperingatkan bahwa pola ini menyimpan konsekuensi kesehatan yang serius bagi fisik maupun mental.
Dari perspektif medis, Dr. Tran Van Khanh dari Rumah Sakit Le Van Thinh menjelaskan bahwa mata berada dalam kondisi paling sensitif saat baru bangun tidur karena produksi air mata yang minim. Paparan cahaya biru dari layar ponsel dalam jarak dekat secara mendadak memaksa mata bekerja ekstra keras, yang berpotensi memicu kelelahan mata, mata kering, hingga sakit kepala kronis.
Secara psikologis, tindakan ini membuat otak mengalami transisi yang tidak sehat. Saat otak seharusnya bergerak perlahan dari fase istirahat menuju kondisi waspada, asupan informasi yang instan dan masif justru memicu kecemasan dan perasaan tertekan sejak pagi hari. Fenomena ini pun berujung pada ketergantungan digital yang menghambat produktivitas nyata, seperti olahraga ringan atau sarapan yang tenang.
Lebih jauh lagi, pakar kesehatan lainnya, Dr. Nguyen Tran Nam, menyoroti munculnya istilah "otak popcorn" akibat kebiasaan mengonsumsi konten digital yang cepat dan singkat. Kondisi ini membuat seseorang sulit untuk fokus dalam durasi panjang, mudah gelisah, serta kehilangan kesabaran dalam menyelesaikan tugas yang kompleks atau membaca teks yang panjang.
Para ahli menyarankan untuk mengambil jeda setidaknya 15 hingga 30 menit setelah bangun tidur sebelum menyentuh perangkat elektronik. Memberikan waktu bagi tubuh dan pikiran untuk beradaptasi secara alami dengan lingkungan pagi hari, seperti terpapar cahaya matahari dan melakukan peregangan, terbukti jauh lebih efektif dalam menjaga ketajaman mental dan kesehatan penglihatan dalam jangka panjang.