Turnamen Piala Dunia 2026 diwarnai dinamika baru di luar lapangan hijau. Setelah Amerika Serikat sebelumnya melakukan lobi terkait sanksi kartu merah yang dianggap kontroversial, kini giliran Inggris yang membuka wacana serupa untuk mengajukan banding resmi kepada otoritas tertinggi sepak bola dunia, FIFA.

Ketegangan ini bermula dari laga babak 16 besar antara Amerika Serikat melawan Belgia di Stadion Seattle, Selasa (7/7/2026). Dalam pertandingan tersebut, keputusan wasit memicu perdebatan sengit di kubu AS, terutama terkait insiden yang melibatkan Folarin Balogun. Sang pemain ditarik keluar oleh pelatih Mauricio Pochettino pada masa tambahan waktu, tepatnya menit ke-90+2, untuk digantikan oleh Haji Wright, sebuah keputusan taktis yang terjadi di tengah tekanan pertandingan yang intens.

Langkah Amerika Serikat dalam menanggapi keputusan wasit tampaknya menjadi preseden bagi negara-negara peserta lainnya. Inggris, yang juga merasa dirugikan oleh keputusan administratif perangkat pertandingan, kini menempuh jalur diplomasi olahraga serupa demi memastikan keadilan dalam kompetisi paling bergengsi sejagat tersebut.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari FIFA terkait apakah banding yang diajukan oleh kedua negara tersebut akan diterima atau ditolak. Komunitas sepak bola internasional kini menanti kepastian mengenai transparansi pengambilan keputusan wasit di sisa laga Piala Dunia 2026.