Pembalap kawakan asal Garut, Oktavianus Kristian Pendinata, mengejutkan publik motocross nasional setelah berhasil merebut gelar juara kelas Executive A dalam ajang Kapolda Cup - Kejurnas Motocross 2026 Putaran V di Pasuruan, Jawa Timur. Kemenangan ini terbilang istimewa karena diraih di Sirkuit Putra Airlangga Rizqy Motorsport, lintasan yang baru pertama kali dijajalnya.
Pria kelahiran 1985 yang akrab disapa Kristian ini sukses mengungguli deretan kroser tangguh Jawa Timur seperti Jannal Chunk, Mustofa Suwondo, Mahendra, dan Adi S. Keberhasilan ini menepis anggapan bahwa kemenangannya didasarkan pada faktor hafalan sirkuit, melainkan murni karena kecerdasan taktis dan kemampuan kinestetiknya yang luar biasa dalam membaca medan balap secara cepat.
Nama Kristian sebenarnya bukan nama baru di kancah balap tanah air. Ia sempat menyandang gelar Juara Nasional MX2 Grade C pada tahun 2006. Namun, kecelakaan fatal menjelang Axioo International Motocross 2009 memaksanya untuk gantung helm lebih awal. Masa pemulihan pascakecelakaan tersebut ia manfaatkan untuk mendalami manajemen bisnis dan membangun usaha secara mandiri.
Langkah tersebut berbuah manis dengan berdirinya CTR Indonesia (CTR Bag Co.), sebuah produsen tas olahraga berbasis di Cimenyan, Bandung. Mengusung kualitas premium, produk CTR kini menyasar berbagai segmen olahraga mulai dari basket, bulu tangkis, hingga bersepeda gunung. Bagi Kristian, mengelola bisnis memiliki filosofi yang serupa dengan balapan, di mana kedisiplinan dan momentum pengambilan keputusan menjadi kunci utama.
Kerinduan Kristian terhadap dunia balap kembali terusik ketika Sirkuit Siliwangi dibangun tepat di seberang markas bisnisnya pada tahun 2022. Momentum ini disusul dengan penunjukan sirkuit tersebut sebagai tuan rumah Piala Kapolda Jabar - Kejurnas Motocross 2023. Kehadiran sirkuit dekat rumah ini menjadi pemicu utama bagi Kristian untuk kembali memacu adrenalin di lintasan tanah setelah sekian lama fokus di dunia korporat.
Kembalinya Kristian ke sirkuit juga diikuti oleh sederet kroser legendaris Jawa Barat lainnya seperti William Rompas dan Ridwan Faisal. Melalui kolaborasi para veteran ini, mereka optimistis dapat memicu kebangkitan prestasi motocross Jawa Barat di kancah nasional, sekaligus membuktikan bahwa gairah balap mereka belum padam.