Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi menyatakan bahwa wabah penyakit akibat virus Hanta yang sempat menjangkit kapal MV Hondius tidak lagi menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat global. Berdasarkan data yang dihimpun antara 2 Mei hingga 2 Juli, tercatat sebanyak 13 kasus infeksi dengan 3 korban jiwa. Seluruh pasien yang sempat menjalani perawatan kini sebagian besar telah pulih, sementara pengawasan kesehatan terhadap para kontak erat telah dinyatakan selesai tanpa adanya temuan infeksi sekunder.
Hasil investigasi menunjukkan bahwa penularan virus ini dipicu oleh lingkungan tertutup di atas kapal yang memfasilitasi transmisi terbatas. Strain Andes dari virus Hanta memang diketahui memiliki potensi penularan antarmanusia, namun hanya terjadi melalui kontak yang sangat dekat dan dalam durasi panjang. Hingga saat ini, belum ditemukan indikasi penyebaran virus tersebut di wilayah Vietnam maupun keterlibatan warga negaranya dalam insiden di MV Hondius tersebut.
Kendati status wabah telah dinyatakan terkendali, Kementerian Kesehatan tetap menekankan pentingnya langkah-langkah preventif terhadap penyakit zoonosis. Masyarakat diminta untuk secara proaktif menjaga kebersihan sanitasi lingkungan, melakukan pengendalian populasi tikus, serta menghindari kontak langsung dengan hewan pengerat, kotoran, maupun area yang diduga telah terkontaminasi.
Sebagai langkah mitigasi, tenaga medis mengimbau masyarakat agar segera memeriksakan diri jika mengalami gejala mencurigakan seperti demam tinggi, nyeri otot, kelelahan hebat, hingga gangguan pernapasan setelah terpapar lingkungan yang berisiko. Deteksi dini sangat krusial untuk memastikan pasien mendapatkan penanganan medis yang cepat dan tepat guna menekan risiko komplikasi serius.