Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tengah merancang aturan baru terkait perluasan cakupan layanan medis yang ditanggung oleh asuransi kesehatan. Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut atas implementasi Undang-Undang Asuransi Kesehatan tahun 2024, yang bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas pasien terhadap teknologi diagnostik modern serta memperbaiki efisiensi pembayaran biaya kesehatan.
Salah satu poin utama dalam rancangan kebijakan tersebut adalah perluasan penggantian biaya untuk pemindaian PET/CT. Jika sebelumnya hanya terbatas pada jenis kanker tertentu, Kemenkes kini mengusulkan agar metode diagnostik canggih ini juga dapat digunakan untuk memantau respon pengobatan pada pasien kanker paru-paru non-sel kecil, kanker esofagus, serta pemantauan pasca-perawatan bagi penderita limfoma.
Mengingat tingginya biaya satu kali pemindaian PET/CT yang mencapai 20 hingga 25 juta VND, kebijakan ini diharapkan mampu memangkas pengeluaran pribadi pasien secara signifikan. Selain pemindaian, proposal tersebut juga mencakup penambahan daftar tes penanda tumor (tumor markers), seperti perluasan penggunaan tes CA 19-9 bagi pasien kanker kolorektal dan kanker hati.
Selain meringankan beban finansial masyarakat, Kemenkes menyatakan bahwa regulasi ini bertujuan untuk mendukung rumah sakit dalam mengembangkan kapasitas teknis dan kualitas layanan medis. Dengan standarisasi prosedur yang lebih fleksibel namun tetap terukur, diharapkan penggunaan dana asuransi kesehatan dapat berjalan lebih efektif tanpa mengorbankan kesinambungan keuangan institusi penyedia layanan kesehatan.
Dalam draf tersebut, Kemenkes menekankan bahwa setiap layanan teknis yang diusulkan harus selaras dengan pedoman diagnosis terkini serta disesuaikan dengan profil prevalensi penyakit di Vietnam. Kebijakan ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam menjamin hak-hak peserta asuransi kesehatan untuk mendapatkan perawatan yang setara dengan perkembangan teknologi kedokteran terkini.