Sebuah laporan terbaru dari FPT dan Forrester Consulting mengungkapkan realitas menantang di balik tren adopsi kecerdasan buatan (AI) global. Meski investasi di sektor ini melonjak tajam, hanya seperempat dari total bisnis yang disurvei di berbagai kawasan, termasuk Asia-Pasifik dan Amerika Utara, yang dinilai siap menerapkan AI secara menyeluruh di level organisasi.
Data menunjukkan bahwa pendorong utama adopsi AI saat ini masih berkutat pada efisiensi operasional dan otomatisasi, dengan 48% perusahaan memanfaatkannya untuk meningkatkan produktivitas. Namun, temuan menarik muncul bahwa AI sering kali hanya digunakan untuk mengoptimalkan proses yang sudah ada, bukannya melakukan desain ulang terhadap model operasi bisnis secara komprehensif. Hanya 34% perusahaan yang secara serius beralih menuju model bisnis berbasis AI sepenuhnya.
Hambatan terbesar bagi perusahaan saat ini telah bergeser dari keterbatasan model AI itu sendiri menuju tantangan integrasi platform internal. Sekitar 41% pemimpin bisnis menyatakan bahwa kesulitan dalam menyatukan AI dengan sistem dan proses yang ada menjadi kendala krusial. Selain itu, masalah tata kelola data serta kesiapan infrastruktur sering kali menghambat skala operasional, meskipun anggaran TI untuk AI terus ditingkatkan secara signifikan.
Di sisi lain, kebutuhan akan mitra strategis yang mumpuni kian mendesak. Perusahaan kini tidak lagi hanya mencari penyedia teknologi tunggal, melainkan mitra yang dapat mendampingi seluruh siklus hidup AI—mulai dari konsultasi, integrasi, hingga manajemen operasional yang berkelanjutan. Model kolaborasi seperti kreasi bersama dan layanan manajemen operasional menjadi pilihan utama untuk meminimalisir risiko.
Keunggulan kompetitif di masa depan diprediksi akan dimiliki oleh organisasi yang mampu membangun platform AI yang dapat digunakan kembali secara sistematis. Keberhasilan transformasi ini sangat bergantung pada sinkronisasi antara infrastruktur teknologi, keamanan, tata kelola data, dan model operasional yang terintegrasi di bawah dukungan mitra yang kompeten dalam jangka panjang.