Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menekankan urgensi bagi generasi muda Indonesia untuk bersikap adaptif terhadap laju perkembangan teknologi yang sangat pesat. Menurutnya, kemampuan untuk terus memperbarui kompetensi menjadi syarat mutlak bagi tenaga kerja agar mampu bersaing dalam iklim dunia kerja yang semakin dinamis.
Dalam keterangan resminya saat peluncuran program XLSMART Future Ready di Jakarta, Menaker menegaskan bahwa fokus utama dunia kerja masa kini telah bergeser. Ia menyatakan bahwa industri saat ini lebih memprioritaskan kecakapan praktis dibandingkan sekadar latar belakang pendidikan formal. "Tetaplah relevan dan terus tingkatkan keterampilan Anda, karena dunia kerja di masa depan lebih mencari skill, bukan hanya ijazah," ujar Yassierli.
Yassierli menambahkan bahwa tantangan ketenagakerjaan saat ini mencakup penguasaan teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan (AI) dan otomasi. Oleh karena itu, Kemnaker berkomitmen untuk memastikan tidak ada tenaga kerja yang tertinggal akibat disrupsi teknologi melalui prinsip inklusivitas, yaitu memastikan akses pelatihan yang merata bagi seluruh anak bangsa.
Sebagai langkah konkret, Kementerian Ketenagakerjaan melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) menjalin kerja sama strategis dengan XLSMART. Kolaborasi ini mencakup pemanfaatan fasilitas Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) untuk pengembangan kurikulum berbasis industri, pelatihan Internet of Things (IoT), hingga penyediaan jalur magang dan rekrutmen bagi para peserta.
Pemerintah berharap sinergi lintas sektor ini dapat terus berlanjut menjadi aksi nyata yang memberikan dampak ekonomi luas. Keterlibatan aktif dunia industri dinilai sebagai kunci utama dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, berdaya saing, serta siap menghadapi tantangan pasar kerja global di masa depan.