PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) mencatatkan tren pemulihan kinerja keuangan yang positif sepanjang semester pertama tahun 2026. Emiten ritel ini berhasil membukukan kenaikan penjualan bersih serta memangkas rugi bersih secara signifikan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan kinerja keuangan teranyar, penjualan bersih MPPA merangkak naik 3,9 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp4.005 triliun. Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba kotor perseroan juga terkerek 5,2 persen menjadi Rp699 miliar, yang didorong oleh optimalisasi bauran produk, perbaikan rantai pasok, serta pengelolaan biaya operasional yang lebih efisien.
Lompatan signifikan terlihat pada laba operasional yang melonjak hingga 74,4 persen menjadi Rp17,5 miliar. Sementara itu, perseroan juga berhasil menekan rugi bersih periode berjalan sebesar 41,3 persen menjadi Rp33,1 miliar, mencerminkan efektivitas strategi operasional yang tengah dijalankan manajemen.
Guna memperkuat fondasi bisnisnya, MPPA melakukan sejumlah aksi korporasi strategis pada April 2026. Perusahaan memindahkan pengelolaan Toko Mama di bawah PT Fortuna Optima Distribusi (FOD) untuk memperkuat segmen ritel berbasis komunitas. Selain itu, MPPA mengakuisisi PT Sunshine Food International (SFI) dan PT Prima Cipta Lestari (PCL) senilai Rp34 miliar demi memperluas jangkauan ke sektor katering, restoran, dan penyediaan makanan siap saji.
Di samping ekspansi kuliner, perseroan terus mengembangkan "Tomorrow World", sebuah konsep taman hiburan belanja terpadu yang memadukan ritel dengan rekreasi komunitas. Chief Executive Officer (CEO) MPPA, Adrian Suherman, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari konsistensi eksekusi operasional dan diversifikasi lini bisnis baru yang diharapkan dapat terus memperkokoh kinerja keuangan jangka panjang perseroan.