Sebuah unggahan video yang memperlihatkan tumpukan sampah berserakan di kawasan Alun-alun Suryakencana, Gunung Gede Pangrango, menjadi viral di media sosial. Aksi tidak terpuji dari oknum pendaki yang membuang sampah sembarangan ini memicu keprihatinan karena dinilai merusak kelestarian lingkungan dan keindahan area konservasi tersebut.

Seorang pendaki asal Bogor, Latif (23), membagikan pengalamannya saat melakukan pendakian pada 19 Juli 2026 lalu. Ia membenarkan bahwa kondisi padang savana tersebut dipenuhi oleh berbagai sampah anorganik, mulai dari styrofoam, botol plastik, pembungkus makanan, hingga perangkat pengisi daya ponsel yang rusak.

Selain tumpukan sampah yang juga ditemui di sepanjang jalur pendakian, Latif mengungkapkan adanya bekas pembakaran api unggun di dekat area perkemahan. Kondisi lingkungan yang kotor ini mengganggu estetika alam, bahkan menghalangi wisatawan yang ingin menikmati keindahan bunga edelweiss yang tumbuh di kawasan tersebut.

Menanggapi keluhan tersebut, Humas Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP), Agus Deni, menegaskan pihaknya akan segera mengambil tindakan. BBTNGGP berencana menjadwalkan operasi pembersihan massal di Alun-alun Suryakencana dengan melibatkan petugas, mitra, serta para sukarelawan.

Agus juga mengimbau seluruh pendaki untuk menjadi pengunjung yang cerdas dan bertanggung jawab dengan tidak membuang sampah sembarangan. Selain itu, ia mengingatkan agar pendaki mematuhi larangan menyalakan api unggun demi mencegah potensi kebakaran hutan di kawasan Gunung Gede Pangrango.