Komite Olimpiade Internasional (IOC) secara resmi memutuskan untuk menghentikan penyelenggaraan cabang olahraga Kombinasi Nordik dalam perhelatan Olimpiade Musim Dingin 2030 yang akan berlangsung di Pegunungan Alpen, Prancis. Keputusan ini diambil setelah rapat eksekutif IOC pada Selasa lalu, yang menandai berakhirnya keterlibatan cabang olahraga legendaris tersebut dalam panggung Olimpiade.

Kombinasi Nordik, yang memadukan dua disiplin teknis antara lompat ski dan ski lintas alam, dinilai tidak lagi memenuhi kriteria popularitas yang ditetapkan oleh IOC. Kebijakan ini sekaligus menutup lembaran panjang sejarah tradisi olahraga ini dalam ajang olahraga musim dingin paling bergengsi di dunia tersebut.

Berbeda dengan nasib Kombinasi Nordik, cabang olahraga slalom raksasa paralel untuk papan seluncur salju (snowboard) justru tetap dipertahankan. IOC menyatakan bahwa cabang tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dalam berbagai indikator keterlibatan penonton serta popularitas sejak gelaran Olimpiade Beijing 2022.

Keputusan tersebut sontak menuai reaksi keras, terutama dari Konfederasi Olahraga Olimpiade Jerman (DOSB). Pihak DOSB secara terbuka mengekspresikan kekecewaan mendalam atas penghapusan cabang olahraga yang kaya akan warisan sejarah ini, mengingat signifikansinya bagi para atlet dan komunitas pendukung di seluruh dunia.