Menyambut Hari Anak Nasional (HAN) ke-42, PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) mempertegas komitmennya dalam mendukung tumbuh kembang anak di sekitar wilayah operasi perusahaan di Kalimantan. Komitmen ini diwujudkan melalui serangkaian program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berfokus pada peningkatan kesehatan ibu dan anak, penanganan stunting, hingga perluasan akses pendidikan di kawasan pesisir.

Manager Communication Relations & CID PHI, Dony Indrawan, menjelaskan bahwa investasi pada kualitas kesehatan ibu dan anak merupakan pilar penting dalam mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas. Langkah ini berjalan selaras dengan tema HAN, yaitu "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan", guna menciptakan ekosistem yang kondusif bagi tumbuh kembang anak di sekitar wilayah operasi perusahaan.

Salah satu inisiatif nyata adalah Program Beras Kuning (Bersama Masyarakat Kurangi Risiko Stunting) yang diinisiasi oleh PT Pertamina EP (PEP) Tarakan di Kelurahan Selumit Pantai, Kota Tarakan. Program ini berfokus pada pemberian makanan tambahan, edukasi gizi, serta pendampingan ibu hamil. Kolaborasi ini juga melahirkan kelompok UMKM "Tummy Tumu" yang memproduksi makanan pendamping ASI berkualitas tinggi berbasis potensi lokal.

Di wilayah Kutai Kartanegara, PEP Sangasanga menghadirkan fasilitas Rumah Balita Sehat, Giat dan Cerdas (Bahagia) di Kecamatan Samboja. Rumah Bahagia ini memberikan penanganan terpadu bagi balita berisiko stunting melalui pemantauan tumbuh kembang dan konseling gizi spesifik. Langkah intervensi ini terbukti berhasil memulihkan status gizi mayoritas balita yang didampingi selama masa program.

Selain sektor kesehatan, PHI juga menyasar sektor pendidikan melalui PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) dengan Program Sekolah Negeri Terapung di SMPN 6 Anggana, kawasan pesisir Delta Mahakam. Program ini meningkatkan kualitas belajar siswa melalui penyediaan listrik tenaga surya, konektivitas digital, serta kurikulum berbasis lingkungan dan mitigasi NAPZA demi mempersiapkan generasi muda yang berdaya saing global.