Dalam menghadapi disrupsi teknologi dan pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) di sektor pendidikan, PGRI Kabupaten Purworejo menegaskan pentingnya keseimbangan antara kemahiran teknologi dan empati pengajar. Hal tersebut mengemuka dalam gelaran Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) II Masa Bakti XXII Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung PGRI Purworejo, Sabtu (04/07/2026).
Wakil Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah, Dr. Hj. Sri Suciati, M.Hum., menekankan bahwa guru masa kini harus mampu mengadopsi konsep 'high tech' sekaligus 'high touch'. Menurutnya, meski teknologi mampu menyajikan informasi dengan cepat, namun aspek keteladanan dan kasih sayang seorang guru tidak akan pernah bisa digantikan oleh mesin.
Selain menyoroti sisi pedagogis, forum tersebut juga memuji tata kelola PGRI Purworejo yang dinilai sangat progresif. Organisasi ini tercatat sebagai salah satu dari 10 besar daerah di Jawa Tengah yang paling awal melaksanakan konferensi kerja, sebuah cerminan dari manajemen organisasi yang sehat dan disiplin dalam pemenuhan kewajiban anggota.
Ketua PGRI Kabupaten Purworejo, Irianto Gunawan, S.Pd., memaparkan strategi kemandirian organisasi untuk periode 2025–2030. Fokus utamanya adalah pengadaan aset mandiri, termasuk rencana pembangunan pusat kegiatan guru yang dilengkapi fasilitas olahraga dan penginapan, serta pengembangan unit usaha air minum dalam kemasan guna mengurangi ketergantungan pada iuran.
Dalam upaya menjamin keamanan profesi, PGRI Purworejo resmi menjalin kemitraan strategis dengan tim advokat dari Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR). Langkah ini diambil agar seluruh anggota mendapatkan perlindungan hukum yang memadai dalam menjalankan tugas edukasi di lapangan.
Dukungan penuh juga datang dari Pemerintah Kabupaten Purworejo. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Yudhie Agung Prihatno, S.STP., M.M., menegaskan bahwa PGRI adalah mitra strategis pemerintah. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang inovatif, aman bagi guru, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah Purworejo.