Sejumlah perusahaan di bawah naungan ekosistem Grup Protelindo, termasuk PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) dan PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR), resmi memperoleh fasilitas kredit berupa pinjaman bergulir (revolving loan) dari PT Bank Mizuho Indonesia. Nilai pendanaan tersebut mencapai angka maksimal Rp1,5 triliun.

Berdasarkan laporan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dirilis pada Sabtu (11/7/2026), transaksi ini dikategorikan sebagai transaksi afiliasi sekaligus transaksi material. Mengingat seluruh pihak peminjam berada dalam satu grup usaha, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) bertindak sebagai penjamin perusahaan (corporate guarantee) untuk memastikan seluruh kewajiban fasilitas kredit terpenuhi.

Perjanjian ini sebenarnya bukanlah instrumen baru, melainkan perpanjangan dari kesepakatan awal yang diteken pada 9 Desember 2022. Pihak manajemen menegaskan bahwa kendati melibatkan afiliasi, transaksi ini tidak mengandung unsur benturan kepentingan sebagaimana disyaratkan dalam aturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 42.

Adapun entitas yang terlibat dalam skema pendanaan ini meliputi IBST, SUPR, Iforte Solusi Infotek, BIT Teknologi Nusantara, dan Iforte Energi Nusantara. Struktur kepemilikan yang saling terhubung—di mana Protelindo bertindak sebagai pemegang saham mayoritas atau tidak langsung dalam perusahaan-perusahaan tersebut—menjadi dasar kuat bagi efisiensi pengelolaan modal grup.

Suciratin, Sekretaris Perusahaan IBST, menyatakan bahwa fasilitas kredit ini tidak akan berdampak negatif terhadap keberlangsungan operasional maupun kondisi keuangan perusahaan. Justru, langkah ini diambil untuk mendapatkan syarat dan kondisi pembiayaan yang lebih kompetitif demi mendukung stabilitas usaha di masa depan.