Kota Cirebon resmi menjadi pusat perhatian dunia olahraga pelajar di Jawa Barat setelah didapuk sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar Wilayah Daerah (Popwilda) 2026. Gelaran yang berlangsung di Sport Hall Bima tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman, pada Senin (6/7/2026), dihadiri oleh jajaran KONI serta kontingen atlet dari berbagai daerah di Wilayah 3 Cirebon.

Dalam sambutannya, Iing Daiman menekankan bahwa Popwilda bukan sekadar ajang adu kekuatan fisik semata. Ia mengajak seluruh atlet muda untuk menjadikan kompetisi ini sebagai sarana menempa karakter, integritas, dan sportivitas tinggi. Menurutnya, kemenangan sejati bagi seorang atlet pelajar terletak pada kemampuan menjaga sikap profesional serta menghargai lawan di lapangan.

"Kami berkomitmen penuh mendukung pembinaan olahraga sebagai bagian dari pengembangan generasi muda yang sehat dan berprestasi. Jangan hanya berorientasi pada medali, namun jadikanlah pengalaman bertanding sebagai batu loncatan untuk menjadi pribadi yang tangguh di masa depan," tegas Iing di hadapan para peserta.

Pihak Pemerintah Kota Cirebon juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pelatih, guru, dan manajer yang telah berperan sebagai garda terdepan dalam membentuk talenta atlet sejak dini. Sinergi antara pendidik dan pembimbing dinilai menjadi kunci utama dalam melahirkan atlet-atlet yang mampu mengharumkan nama daerah di kancah nasional.

Senada dengan hal tersebut, Ketua KONI Kota Cirebon, Handarujati, menjelaskan bahwa kejuaraan ini merupakan tahap krusial dalam peta jalan pembinaan olahraga jangka panjang. Popwilda menjadi sarana efektif bagi KONI untuk melakukan pemantauan bakat-bakat potensial yang akan dipersiapkan secara sistematis menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat tahun 2030.

"Kami memandang Popwilda sebagai bagian dari proses pembibitan berkelanjutan. Persiapan menuju Porprov 2030 sudah kami mulai sekarang melalui penyaringan atlet potensial dari level pelajar, sehingga kedepannya mereka siap berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi, baik skala provinsi maupun nasional," pungkas Handarujati.