Industri perawatan diri di Indonesia kini tengah mengalami transformasi signifikan, terutama dengan melonjaknya minat konsumen terhadap parfum lokal yang menawarkan karakter aroma autentik. Melihat peluang tersebut, Timothy Harlan, seorang alumni program studi Creativepreneurship BINUS @Bandung angkatan 2024, memberanikan diri terjun ke dunia bisnis dengan mendirikan Scent Avenue.
Scent Avenue hadir sebagai antitesis dari dominasi produk parfum yang sudah ada di Bandung. Timothy mengungkapkan bahwa banyak konsumen masih terjebak pada persepsi umum mengenai parfum, padahal produk lokal memiliki kualitas yang setara, bahkan lebih baik. Bersama rekan bisnisnya, ia menginisiasi brand ini dengan pendekatan yang berfokus pada keunikan karakter dan pengalaman pelanggan yang berbeda.
Proses membangun Scent Avenue bukanlah perjalanan singkat. Timothy menceritakan bagaimana ia dan timnya harus bekerja keras dari nol, mulai dari membangun identitas merek, melakukan riset untuk mendapatkan mitra brand berkualitas, hingga menyusun strategi pemasaran yang presisi. Peran strategisnya dalam pengembangan branding terbukti mampu menempatkan Scent Avenue sebagai pemain baru yang memiliki ciri khas kuat di mata publik.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari pola pendidikan di BINUS @Bandung yang menekankan praktik kewirausahaan secara nyata. Timothy menuturkan bahwa mata kuliah yang ia ambil tidak hanya membekalinya dengan teori, melainkan juga melatih kemampuan komunikasi, jejaring (networking), dan seni melakukan pitching bisnis. Pengalaman berdiskusi dan berkolaborasi saat kuliah menjadi instrumen krusial saat ia berhadapan dengan mitra bisnis dan pemilik brand parfum internasional.
Bagi generasi muda yang ragu untuk memulai usaha, Timothy memberikan pesan inspiratif untuk tetap berani mengambil langkah. “Do it scared. Keberanian sejatinya bukan berarti tidak memiliki rasa takut, melainkan tetap melangkah maju meski di tengah bayang-bayang keraguan,” pungkasnya. Kisah Timothy menjadi bukti nyata bagaimana integrasi pendidikan kreatif dan inovasi mampu mengubah ide mahasiswa menjadi bisnis yang memberikan nilai tambah bagi ekonomi lokal.