Kawasan wisata religi Gunung Kawi kembali menjadi sorotan tajam publik setelah muncul serangkaian testimoni di media sosial yang mengaitkan lokasi tersebut dengan praktik pesugihan. Narasi ini mencuat pasca pengakuan beberapa mantan asisten rumah tangga dan asisten pribadi dari seorang artis berinisial S, yang mengklaim adanya keterlibatan unsur mistis dalam karier sang selebritas.

Salah satu narasumber yang menggunakan nama samaran Fitri, mengaku pernah diajak ke Gunung Kawi oleh artis S sekitar tahun 2011. Fitri memaparkan adanya ritual yang ia anggap tidak lazim, seperti penggunaan dupa dan sesaji, yang dilakukan secara rutin. Ia mengeklaim bahwa intensitas kunjungan tersebut berbanding lurus dengan peningkatan karier artis yang bersangkutan, meski pernyataan ini murni merupakan klaim sepihak tanpa dukungan bukti autentik.

Selain Fitri, pengakuan serupa datang dari mantan pekerja rumah tangga lainnya berinisial Tuti. Ia menyebutkan adanya ruangan khusus di kediaman sang artis yang berisi perlengkapan ritual, serta menceritakan adanya pengalaman janggal selama bekerja di sana. Kesaksian ini kemudian memicu spekulasi luas di kalangan warganet, yang mulai mengait-ngaitkan potongan video lama kunjungan figur publik ke rumah sang artis dengan isu pesugihan tersebut.

Penting untuk dicatat bahwa hingga saat ini, tidak ada satu pun bukti fisik maupun hukum yang mendukung tuduhan tersebut. Pihak yang terseret dalam isu ini juga belum memberikan respons resmi atas narasi yang beredar. Pengamat media menekankan bahwa fenomena ini menjadi cerminan betapa cepatnya informasi belum terverifikasi menyebar di platform digital.

Masyarakat diimbau untuk bersikap kritis dan bijak dalam mengonsumsi konten media sosial. Mengingat status Gunung Kawi sebagai destinasi wisata ziarah yang sah, mencampuradukkan opini dan spekulasi liar dengan fakta lapangan sangatlah tidak disarankan guna menghindari disinformasi yang merugikan pihak-pihak tertentu.