Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat resmi ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) XII Tingkat Provinsi Kalimantan Timur tahun 2026. Acara yang diinisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Provinsi Kaltim ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 21 hingga 23 Juli 2026, di Taman Budaya Sendawar (TBS), Kecamatan Barong Tongkok.
Pembukaan ajang bergengsi ini dihadiri oleh jajaran petinggi daerah, termasuk Bupati Kutai Barat Frederick Edwin, Wakil Bupati Nanang Adriani, dan Sekretaris Daerah Erik Victory. Hadir pula unsur Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah, Kepala DPMPD Provinsi Kaltim Siti Sugiyanti, perwakilan perbankan, pelaku industri, serta delegasi pemerintah kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur.
Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, menegaskan bahwa Gelar TTG ini bukan sekadar rutinitas seremonial belaka. Menurutnya, forum ini menjadi wadah penting untuk melahirkan inovasi nyata yang menjawab langsung kebutuhan masyarakat. Teknologi yang tepat guna dinilai krusial dalam menyelaraskan arus modernisasi dengan kearifan lokal demi mendongkrak kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Timur.
Lebih lanjut, Frederick menjelaskan bahwa penguatan sektor-sektor strategis seperti pertanian, perkebunan, perikanan, hingga Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) harus ditunjang oleh inovasi teknologi. Langkah ini diharapkan mampu mengoptimalkan produktivitas masyarakat sekaligus memperkokoh fondasi perekonomian daerah berbasis potensi lokal.
Sebagai tuan rumah, Kutai Barat tidak hanya menyuguhkan pameran kreativitas teknologi, tetapi juga aktif berpartisipasi dalam berbagai kategori perlombaan, mulai dari kreasi teknologi tepat guna hingga olahan kuliner khas daerah. Momentum ini juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan destinasi pariwisata Kutai Barat kepada para delegasi se-Kaltim guna mempererat sinergi antardaerah.
Melalui perhelatan ini, diharapkan kolaborasi lintas daerah di Kalimantan Timur dapat semakin solid. Sinergi ini ditargetkan mampu mendorong akselerasi pembangunan yang berdaya saing tinggi serta membawa dampak positif langsung terhadap kemakmuran masyarakat lokal.