Pengelola Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan secara resmi memberikan klarifikasi terkait beredarnya sebuah video di media sosial yang menarasikan adanya insiden seorang warga diterkam harimau di kawasan tersebut. Pihak manajemen menegaskan bahwa narasi yang memicu keresahan publik itu adalah informasi palsu atau hoaks.
Klarifikasi tersebut dituangkan melalui surat edaran resmi bernomor 05/IWP/VII/2026 tertanggal 12 Juli 2026. Dalam pernyataannya, pihak pengelola menyatakan bahwa situasi dan kondisi di kawasan Gunung Papandayan terpantau kondusif serta tidak pernah ada laporan mengenai kejadian serangan satwa liar yang dimaksud dalam video tersebut.
Berdasarkan penelusuran lebih lanjut, video yang sempat menjadi viral tersebut disinyalir bukan berasal dari kawasan Gunung Papandayan di Kabupaten Garut. Kejadian dalam rekaman visual itu diduga kuat merupakan insiden ledakan peluru mortir 81 Komando yang berlokasi di Kampung Cipicang, Desa Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.
Menanggapi penyebaran informasi keliru ini, manajemen Info Papandayan mengimbau seluruh lapisan masyarakat, khususnya para pegiat alam dan calon pendaki, untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi. Masyarakat diminta agar selalu melakukan verifikasi informasi melalui kanal resmi sebelum membagikannya kembali ke ruang publik.
Pihak pengelola berkomitmen untuk terus memberikan pembaruan informasi yang akurat mengenai kondisi di kawasan wisata. Langkah preventif ini diambil guna menjaga keamanan serta kenyamanan pengunjung sekaligus menangkal dampak negatif dari penyebaran disinformasi yang merugikan citra wisata daerah.