Provinsi An Giang kini tengah memfokuskan strategi untuk memaksimalkan potensi ekonomi daerahnya melalui forum dialog VPSF 2026. Pertemuan ini menjadi jembatan krusial bagi pemerintah daerah dan pelaku usaha guna membahas terobosan kelembagaan serta memperkuat kemitraan publik-swasta pasca-penggabungan wilayah yang membawa ruang pengembangan baru.
Dang Hong Anh, Ketua Asosiasi Pengusaha Muda Vietnam, menegaskan pentingnya mengubah keunggulan geografis An Giang—yang meliputi sektor perbatasan, agrikultur, hingga ekonomi maritim—menjadi daya saing nyata. Tiga pilar utama yang diusung dalam kolaborasi ini meliputi integrasi kebijakan, akses pasar yang lebih luas melalui transformasi digital, serta pembentukan generasi pengusaha muda yang berintegritas dan kompeten.
Para ahli yang hadir dalam forum menekankan pentingnya perubahan pola pikir, dari orientasi produksi tradisional menuju penciptaan nilai tambah. Mantan Wakil Ketua Majelis Nasional, Le Minh Hoan, mendorong An Giang untuk mendirikan pusat startup dan inovasi sebagai wadah bagi ide-ide kreatif masyarakat lokal, yang diyakini menjadi fondasi kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.
Dalam dialog tersebut, berbagai isu teknis turut dibahas, termasuk hambatan akses lahan, permodalan, serta kebutuhan sumber daya manusia berkualitas. Perwakilan pelaku bisnis lokal juga berharap adanya dukungan berkelanjutan dari pemerintah terkait perlindungan merek dagang dan digitalisasi usaha kecil guna memperkuat rantai nilai produk lokal di pasar yang lebih luas.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komite Rakyat Provinsi An Giang, Ho Van Mung, menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk terus membuka ruang diskusi bagi pelaku bisnis. Melalui inisiatif seperti 'Kopi Pengusaha', pemerintah daerah memastikan setiap keluhan dan aspirasi sektor swasta ditindaklanjuti secara sistematis, demi menciptakan ekosistem bisnis yang kondusif bagi kemajuan provinsi secara keseluruhan.