Semangat kebersamaan tampak menyelimuti sesi latihan futsal yang diikuti oleh jajaran Pengurus Pimpinan Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Banyumas di GOR Orion, Purwokerto, pada Jumat (03/07). Kegiatan ini menjadi wadah bagi para penyuluh agama untuk menjaga kesehatan sekaligus mempererat tali persaudaraan di luar rutinitas kedinasan.
Rais Rudiansyah, salah satu penyuluh agama dari KUA Jatilawang, menegaskan bahwa olahraga merupakan modal krusial bagi seorang abdi masyarakat. Menurutnya, kesehatan fisik yang terjaga akan berpengaruh langsung pada kualitas pelayanan, kesabaran, serta empati yang diberikan saat mendampingi masyarakat dalam berbagai agenda keagamaan.
Di atas lapangan, sekat jabatan dan wilayah kerja seolah melebur. Dinamika permainan futsal yang mengedepankan kerja sama tim dinilai mencerminkan nilai-nilai kehidupan yang relevan dengan tugas penyuluhan, yakni kepercayaan, kolaborasi, dan persaudaraan. Setiap operan dan gol menjadi simbol bahwa keberhasilan pengabdian adalah hasil dari kekompakan kolektif.
Kegiatan olahraga ini membuktikan bahwa peningkatan profesionalisme tidak melulu dilakukan melalui forum formal di ruang rapat. Suasana santai saat bertukar pikiran di tengah lapangan justru efektif memperkuat komitmen bersama untuk memberikan dedikasi terbaik bagi umat dengan jiwa yang segar dan pikiran yang jernih.
Sebagai penutup, seluruh peserta memaknai keringat yang menetes bukan sebagai tanda kelelahan, melainkan bentuk ikhtiar menjaga stamina. Dengan tubuh yang bugar dan ikatan ukhuwah yang kokoh, para penyuluh agama diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih responsif dan penuh kasih sayang di tengah masyarakat Banyumas.