Pemerintah Kota Serang melalui Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) tengah mematangkan rencana pembukaan destinasi wisata paralayang di kawasan Gunung Gedor, Kecamatan Taktakan. Namun, peresmian wahana olahraga ekstrem ini masih harus menunggu hasil kajian keselamatan dan uji terbang guna memastikan keamanan bagi para wisatawan.

Kepala Disparpora Kota Serang, Zeka Bachdi, mengungkapkan bahwa target penyelesaian kajian keselamatan yang semula dijadwalkan rampung bulan ini terpaksa diundur hingga bulan depan. Saat ini, Disparpora bersama Pangkalan Udara (Lanud) Gorda dan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) masih menantikan hasil analisis komprehensif dari pihak ketiga.

Kajian keselamatan tersebut sangat krusial karena mencakup analisis arah mata angin, mitigasi risiko cedera, hingga skema evakuasi darurat jika terjadi insiden. Setelah hasil kajian tersebut dinyatakan layak, tahapan berikutnya adalah melakukan uji terbang yang diperkirakan hanya memakan waktu setengah hari.

Destinasi wisata baru ini nantinya akan diintegrasikan dengan area perkemahan (camping ground) yang dikelola oleh masyarakat setempat melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Jalur terbang paralayang ini dirancang memiliki panjang lintasan sekitar 530 meter dengan titik pendaratan di kawasan Perhutani yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Serang.

Pengembangan wisata paralayang di Gunung Gedor ini diharapkan dapat menjadi magnet baru kepariwisataan di Kota Serang yang mampu menarik minat wisatawan lokal maupun luar daerah. Kehadiran destinasi ini juga diproyeksikan dapat mendongkrak perekonomian warga sekitar serta memberikan kontribusi positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).