Menjelang peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026, Pemerintah Indonesia mempertegas komitmennya dalam memperkuat berbagai program prioritas yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Langkah strategis ini diwujudkan melalui perluasan akses layanan kesehatan dasar, peningkatan mutu pendidikan, serta penciptaan lingkungan sosial yang aman sebagai fondasi utama mencetak generasi emas yang unggul dan tangguh.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian besar pada pembangunan sumber daya manusia (SDM). Pemerintah berupaya memastikan seluruh anak, terutama dari keluarga kurang mampu yang berada dalam kelompok desil 1 dan desil 2, mendapatkan jaminan sosial, pendidikan, serta layanan kesehatan tanpa terkecuali.

Dalam sektor kesehatan, pemerintah meluncurkan berbagai program berkelanjutan demi membangun ketahanan fisik generasi masa depan. Upaya tersebut meliputi penyediaan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (CKG), percepatan pembangunan rumah sakit umum daerah (RSUD), penambahan rasio dokter spesialis melalui sistem berbasis universitas maupun rumah sakit, hingga penanganan serius terhadap stunting, tuberkulosis, dan penyakit lepra.

Sementara pada sektor pendidikan, perluasan kesempatan belajar diakselerasi melalui program Sekolah Rakyat bagi anak-anak kurang mampu serta revitalisasi sarana fisik sekolah di berbagai wilayah. Digitalisasi ruang kelas juga terus ditingkatkan dengan mendistribusikan papan tulis digital interaktif (Interactive Flat Panel/IFP). Di samping itu, program Sekolah Unggul Garuda disiapkan untuk menjaring talenta hebat di bidang sains, teknologi, rekayasa, matematika (STEM), dan kepemimpinan.

Guna melengkapi ekosistem pendidikan modern, pemerintah tengah menargetkan pembangunan 100 Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) non-asrama yang menggabungkan jenjang SMP dan SMA, di mana 17 unit di antaranya mulai beroperasi pada tahun ajaran ini. Terakhir, perlindungan terhadap anak diperkuat melalui Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak (Gernas RANA) demi mencegah kekerasan dan menjaga kesehatan mental anak di lingkungan keluarga, sekolah, ruang publik, serta dunia digital.