BALIKPAPAN - Memperingati Hari Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (HMKG) ke-79, Stasiun Geofisika BMKG Balikpapan menegaskan komitmennya dalam memperkuat sistem mitigasi bencana. Langkah ini diwujudkan melalui pengembangan teknologi Early Warning System (EWS) gempa bumi, sebuah sistem peringatan dini yang dirancang untuk menghentikan operasional objek vital secara otomatis sebelum guncangan merusak melanda.
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Balikpapan, Rasmid, mengungkapkan bahwa sistem inovatif ini bekerja dengan mendeteksi gelombang seismik awal. Waktu jeda beberapa detik sebelum gelombang sekunder yang merusak tiba akan dimanfaatkan untuk mematikan aliran listrik, menyetop jaringan gas, serta menghentikan operasional kilang minyak guna meminimalkan risiko kebakaran hebat maupun kebocoran zat berbahaya.
Saat ini, sistem EWS gempa bumi tersebut masih dalam tahap uji coba di sejumlah wilayah strategis di Pulau Jawa dan Sumatera. Balikpapan sendiri dipastikan masuk dalam daftar prioritas penerapan teknologi ini karena statusnya sebagai daerah dengan objek vital nasional yang sangat krusial, terutama keberadaan kompleks kilang minyak terbesar di Kalimantan.
Selain fokus pada peringatan dini gempa, BMKG Balikpapan juga memegang peran penting dalam memetakan kelayakan geologis untuk proyek infrastruktur di Kalimantan Timur. Data aktivitas tektonik dan pemetaan sesar aktif yang disediakan BMKG menjadi rujukan utama bagi pembangunan jalan tol, jembatan, hingga berbagai fasilitas pendukung di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) demi memastikan keamanan jangka panjang.
Melengkapi upaya keselamatan fisik, BMKG juga konsisten mendukung ketahanan pangan dan ekonomi daerah melalui layanan cuaca terpadu serta penyelenggaraan program edukasi. Program seperti Sekolah Lapang Iklim untuk petani dan Sekolah Lapang Nelayan terus digulirkan agar masyarakat mampu beradaptasi dengan perubahan cuaca sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana alam.