Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, melakukan kunjungan kerja ke Kampung Waninggap Kai, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, pada Sabtu (4/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, Mentan menyaksikan langsung progres signifikan dari Program Cetak Sawah Rakyat yang telah mengubah wajah pertanian di Papua Selatan melalui adopsi teknologi terkini.
Sorotan utama dalam peninjauan ini adalah kemahiran para petani asli Merauke dalam mengoperasikan alat dan mesin pertanian (alsintan) berteknologi tinggi. Tanpa bantuan pihak luar, petani lokal kini mampu mengendalikan drone untuk pemupukan serta menggunakan mesin rice transplanter untuk proses budidaya padi secara mandiri.
Menurut Andi Amran Sulaiman, keberhasilan ini tidak terlepas dari komitmen pemerintah dalam memberikan pendampingan serta bantuan sarana produksi. Ia mengungkapkan data optimis bahwa pendapatan masyarakat setempat tercatat meningkat hingga 300 persen sejak terlibat dalam program ini. Mentan menekankan bahwa seluruh lahan yang dikelola merupakan milik masyarakat, dengan pemerintah berperan sebagai fasilitator pengembangan produktivitas.
Pihak Kementerian Pertanian turut memberikan dukungan masif berupa bantuan sarana prasarana, meliputi ratusan traktor roda dua dan empat, puluhan unit combine harvester, drone pertanian, serta jutaan kilogram pupuk dan pestisida. Langkah ini diambil untuk memastikan percepatan mekanisasi pertanian yang efisien di wilayah Papua Selatan.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menambahkan bahwa peran penyuluh pertanian dan Brigade Pangan sangat krusial sebagai agen perubahan. Inovasi dan pendampingan yang adaptif terhadap teknologi menjadi kunci agar para petani dapat terus berdaya saing, menjadikan Merauke sebagai salah satu pilar utama lumbung pangan nasional di masa depan.