Sektor pertanian di Kabupaten Gorontalo Utara bersiap memasuki era modernisasi dengan diperkenalkannya teknologi drone penyemprot tanaman. Uji coba perdana ini diinisiasi oleh PT Maxxi Agri Indonesia bekerja sama dengan PT Maxxi Tani Teknologi (MTT), serta mendapat dukungan penuh dari Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo Utara. Kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan solusi praktis guna mendongkrak produktivitas lahan pertanian lokal.
Pilot Drone PT Maxxi Tani Teknologi, Zulqifli, mengungkapkan bahwa sosialisasi perdana ini mendapat sambutan yang sangat positif dari pemerintah daerah maupun kelompok tani. Langkah modernisasi ini diadaptasi dari keberhasilan sektor pertanian di Thailand, yang dinilai sukses mengintegrasikan teknologi guna mempercepat pertumbuhan hasil panen melalui kerja sama yang erat antara pemerintah dan penyedia teknologi.
Dalam ekosistem yang ditawarkan, petani tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk membeli unit drone yang mahal. PT Maxxi Tani Teknologi menyediakan jasa penyemprotan langsung di lahan, sementara PT Maxxi Agri Indonesia menyuplai kebutuhan sarana produksi pertanian seperti benih unggul, pupuk, dan pestisida berkualitas. Model kemitraan ini memastikan teknologi canggih dapat diakses secara inklusif oleh seluruh kalangan petani.
Efisiensi operasional menjadi keunggulan utama dari penggunaan drone tipe XAG P60 ini. Dibandingkan dengan metode manual yang membutuhkan sekitar empat pekerja untuk lahan seluas satu hektare, drone ini mampu menuntaskan pekerjaan hanya dalam waktu 30 menit. Selain memangkas waktu kerja, pemerataan penyemprotan dari udara diklaim berpotensi meningkatkan hasil panen hingga 20 persen dengan biaya jasa yang tetap kompetitif.
Dari sisi teknis, drone XAG P60 dilengkapi dengan sistem pemetaan lahan digital. Sebelum proses penyemprotan dimulai, area persawahan dipetakan terlebih dahulu untuk menentukan jalur terbang otomatis. Jalur yang presisi ini memastikan penyebaran pupuk cair atau pestisida merata tanpa ada area yang terlewat. Operasional terbang pun dibatasi pada waktu-waktu terbaik tanaman menyerap nutrisi, yakni pagi hari pukul 06.00-09.00 WITA dan sore hari menjelang matahari terbenam.