Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Malang dan Lumajang kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang cukup signifikan. Berdasarkan data pemantauan terbaru, gunung api tertinggi di Pulau Jawa ini tercatat meluncurkan guguran lava pijar sebanyak lima kali dari puncak kawah.

Material vulkanik berupa lava pijar tersebut dilaporkan meluncur dengan jarak mencapai 2 kilometer ke arah tenggara, tepatnya menuju aliran Besuk Kobokan. Selain guguran lava, instrumen pemantau juga merekam lima kali kejadian letusan yang menyemburkan kolom abu vulkanik berwarna kelabu setinggi kurang lebih 1.000 meter ke arah timur.

Menyikapi kondisi tersebut, petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi, mengeluarkan imbauan tegas bagi masyarakat. Warga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 13 kilometer dari pusat erupsi, mengingat sektor tenggara kini menjadi jalur utama luncuran material panas.

Lebih lanjut, pihak otoritas vulkanologi juga memperingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap bahaya sekunder. Potensi awan panas guguran serta ancaman banjir lahar dingin yang dapat mengalir di sepanjang sungai yang berhulu di Gunung Semeru menjadi perhatian utama bagi warga yang tinggal di kawasan lereng gunung.