Pemanfaatan kekayaan garis pantai sepanjang 100 kilometer di Thanh Hoa kini mulai bergeser dari metode tradisional menuju praktik budidaya perikanan modern yang berbasis teknologi tinggi. Langkah ini menjadi krusial bagi pemerintah setempat untuk memastikan keberlanjutan industri perikanan sekaligus meningkatkan daya saing hasil laut di pasar yang lebih luas.
Dinas Pertanian dan Lingkungan Hidup provinsi mencatat bahwa transisi teknologi menjadi keniscayaan. Kini, berbagai inovasi seperti budidaya udang multi-tahap, teknologi biofloc, hingga penggunaan rumah kaca (greenhouse) dengan sistem resirkulasi tertutup mulai mendominasi. Implementasi perangkat lunak manajemen budidaya memungkinkan petani untuk memantau kualitas air, mengatur pemberian pakan secara presisi, dan memitigasi risiko penyakit secara dini.
Salah satu kisah sukses penerapan teknologi ini terlihat pada usaha keluarga Bapak Nguyen Danh Duong di komune Nga Son. Dengan investasi besar pada lahan seluas 7 hektar yang dilengkapi sistem aerasi inverter dan pemberian pakan otomatis, ia berhasil mencatatkan produktivitas mencapai 80 ton per hektar setiap tahunnya. Sistem digital yang terintegrasi memungkinkannya mengontrol fluktuasi lingkungan kolam secara real-time, memberikan margin keuntungan yang jauh lebih stabil dibanding metode konvensional.
Hingga saat ini, Thanh Hoa telah berhasil mengonsolidasikan lebih dari 3.500 hektar lahan untuk pengembangan skala besar, dengan fokus utama pada budidaya udang intensif. Pemerintah provinsi berkomitmen untuk terus mendorong transformasi digital serta menarik investasi swasta guna memperkuat infrastruktur dan rantai pasok. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem perikanan yang tangguh terhadap perubahan iklim sekaligus berwawasan lingkungan.