Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengambil langkah nyata untuk memperkuat perekonomian masyarakat pesisir di kawasan pantai utara Lamongan. Melalui sosialisasi program Jemaah Nelayan Muhammadiyah (Jalamu), organisasi ini mendorong optimalisasi potensi laut di Kecamatan Paciran menggunakan teknologi tepat guna.

Agenda yang berlangsung di Aula MI Muhammadiyah 03 Weru, Paciran, pada Jumat (24/7/2026) ini dihadiri langsung oleh Ketua MPM PP Muhammadiyah, Dr. M. Nurul Yamin, M.Si., beserta sekitar 100 peserta. Kegiatan ini difokuskan pada edukasi inovasi teknologi pengolahan hasil tangkapan agar komoditas laut memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Dalam arahannya, Nurul Yamin menjelaskan bahwa masyarakat pesisir, termasuk anak buah kapal (ABK) dan keluarganya, kerap menghadapi tantangan ekonomi yang pelik. Biaya operasional melaut yang kian melambung sering kali tidak sebanding dengan pendapatan, diperparah oleh ketidakpastian cuaca akibat perubahan iklim yang mengganggu aktivitas nelayan.

Guna mengatasi kendala tersebut, Jalamu hadir sebagai wadah inklusif tanpa memandang latar belakang organisasi. Program ini menitikberatkan pada penerapan teknologi tepat guna untuk mengolah hasil tangkapan mentah menjadi produk bernilai tambah, sehingga nelayan tidak lagi bergantung pada penjualan bahan baku mentah dengan harga murah.

Sinergi pemberdayaan ini digarap dari hulu hingga hilir melalui kolaborasi erat dengan Lembaga Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu). Langkah awal dimulai dengan melakukan pemetaan dan asesmen komprehensif terhadap kebutuhan riil nelayan serta pelaku usaha pengolahan makanan laut di lapangan.

Di sisi lain, MPM Muhammadiyah juga menyoroti pentingnya regenerasi profesi di sektor kelautan. Yamin menekankan perlunya menumbuhkan kembali minat generasi muda lokal untuk terjun ke sektor perikanan demi menjaga keberlanjutan ekonomi maritim di masa depan.

Untuk menyukseskan program ini, keterlibatan aktif dari berbagai organisasi otonom Muhammadiyah, seperti Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, dan Nasyiatul Aisyiyah, sangat diharapkan, terutama dalam memperluas jejaring pasar. Paciran diproyeksikan menjadi model percontohan nasional dalam transformasi dakwah ekonomi berbasis komunitas nelayan.