Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) KONI Kabupaten Probolinggo Tahun 2026 resmi digelar di Auditorium Madakaripura pada Sabtu (1/8/2026). Momentum ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi kepengurusan, melainkan juga tonggak awal perumusan strategi baru untuk mendongkrak prestasi olahraga daerah ke tingkat yang lebih tinggi.

Acara penting ini dihadiri langsung oleh Bupati Probolinggo, dr. Mohammad Haris, bersama perwakilan DPRD Provinsi Jawa Timur, DPRD Kabupaten Probolinggo, Sekretaris Daerah, serta jajaran pengurus KONI Jawa Timur dan perwakilan cabang olahraga. Dalam kesempatan tersebut, diputar pula rekam jejak capaian KONI Kabupaten Probolinggo periode 2002-2024 yang menunjukkan tren positif, di mana peringkat daerah merangkak naik dari posisi 29, ke 25, hingga sukses bertengger di peringkat 19 pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) terakhir.

Mantan Ketua KONI Kabupaten Probolinggo, H. Zainul Hasan, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah bersinergi selama masa baktinya. Di sisi lain, Wakil Ketua III KONI Jawa Timur, H. RB Zainal Arifin, mengingatkan tantangan ke depan yang kian berat. Mengingat adanya penurunan alokasi anggaran pembinaan di tingkat provinsi dari Rp75 miliar menjadi Rp30 miliar untuk tahun 2026, ia menekankan pentingnya efisiensi dan kreativitas demi menyongsong Porprov Jawa Timur 2027 di Surabaya.

Menanggapi tantangan fiskal tersebut, Bupati Probolinggo yang akrab disapa Gus Haris mengapresiasi kerja keras para atlet dan pengurus sebelumnya. Ia menegaskan keterbatasan anggaran tidak boleh menyurutkan semangat juang. Sebagai solusi konkret, Gus Haris memperkenalkan konsep 'bapak asuh' dengan menggandeng sektor swasta, BUMN, dan dana CSR untuk mendukung pendanaan masing-masing cabang olahraga secara mandiri dan berkelanjutan.

Selain itu, Gus Haris menggagas konsep 'sport tourism' sebagai strategi andalan. Dengan memadukan ajang olahraga dan pesona wisata alam Probolinggo—mulai dari pantai hingga pegunungan—skema ini diharapkan mampu menarik kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan roda perekonomian lokal. Melalui kepengurusan baru yang terbentuk dari Musorkab ini, Kabupaten Probolinggo optimistis mampu merealisasikan target besar menembus jajaran 15 hingga 10 besar pada ajang Porprov Jatim mendatang.