Nippon Paint Holdings Co., produsen cat terkemuka asal Jepang, dilaporkan telah mengajukan proposal akuisisi terhadap unit bisnis cat dekoratif milik AkzoNobel. Penawaran yang diajukan bernilai 7,5 miliar euro atau setara dengan US$ 8,55 miliar, yang jika dikonversi mencapai kisaran Rp 139 triliun. Langkah strategis ini diumumkan perusahaan pada Senin (13/7/2026) sebagai upaya memperluas pangsa pasar global mereka.
Upaya ini merupakan kelanjutan dari manuver bisnis sebelumnya, di mana Nippon Paint sempat bekerja sama dengan perusahaan cat asal Amerika Serikat, Sherwin-Williams, untuk mengakuisisi seluruh operasional AkzoNobel dengan nilai 12,5 miliar euro. Namun, proposal tersebut ditolak pada Mei lalu karena dinilai tidak mencerminkan nilai intrinsik perusahaan, sehingga konsorsium tersebut akhirnya menarik diri dari proses negosiasi.
Hingga saat ini, pihak AkzoNobel dilaporkan belum memberikan respons resmi terkait proposal terbaru tersebut. Laporan dari Bloomberg News menyebutkan bahwa perusahaan pemilik merek Dulux ini bahkan belum membuka diskusi internal maupun menginformasikan tawaran tersebut kepada pemegang saham, meskipun Nippon Paint telah melayangkan beberapa tawaran dalam kurun waktu satu bulan terakhir.
Di tengah tekanan tersebut, AkzoNobel tetap berkomitmen pada rencana merger mereka dengan produsen pelapis asal Amerika Serikat, Axalta. Kedua entitas dijadwalkan akan melangsungkan rapat umum pemegang saham pada 5 Agustus mendatang untuk menentukan keputusan final mengenai rencana penggabungan usaha tersebut.
Aksi korporasi ini mencerminkan tren konsolidasi yang sedang melanda industri cat dunia. Para pemain utama di pasar global saat ini dihadapkan pada tantangan berat, mulai dari kenaikan biaya produksi hingga ketidakpastian perdagangan akibat kebijakan tarif impor di Amerika Serikat, yang mendorong banyak perusahaan mencari efisiensi melalui langkah merger dan akuisisi.