Tim gabungan dari berbagai instansi lintas sektoral dikerahkan guna melakukan operasi pencarian intensif terhadap dua pendaki yang dilaporkan hilang di kawasan Gunung Piramid, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso. Upaya penyelamatan ini melibatkan koordinasi taktis antara Kepolisian Resor (Polres) Bondowoso, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, serta unsur relawan lokal.

Kedua penyintas yang tengah dalam pencarian diidentifikasi sebagai Hj. Maliya Finda (51), seorang warga asal Kelurahan Darmo, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, serta Erfan Nasrul Laili, pemandu pendakian lokal asal Desa Traktakan, Kecamatan Wonosari, Bondowoso. Keduanya diketahui menuju lokasi pendakian menggunakan sepeda motor pinjaman sebelum dilaporkan hilang kontak.

Titik terang mengenai keberadaan terakhir kedua pendaki sempat terekam oleh dokumentasi Kepala UPTD Puskesmas Curahdami, Dr. Pong Hariadi Susetya, yang berpapasan dengan mereka di Puncak Piramid sekitar pukul 09.45 WIB. Informasi visual serta kesaksian dari tenaga kesehatan tersebut kini menjadi petunjuk krusial bagi tim penyelamat untuk memetakan koordinat pencarian.

Kasi Humas Polres Bondowoso, Iptu Bobby Dwi Siswanto, menjelaskan bahwa pola pencarian kali ini mengadopsi evaluasi dari penanganan kasus-kasus serupa sebelumnya di medan Gunung Piramid yang dikenal memiliki topografi ekstrem. Pembagian personel dan penentuan zona prioritas terus dimatangkan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan seluruh tim di lapangan.

Untuk mendukung kelancaran operasi, sebuah posko induk koordinasi didirikan di Dusun Tegal Tengah, Kelurahan Poncogati. Sementara itu, personel kepolisian disiagakan di Pos 1 untuk menyaring relawan yang bergabung serta menyinergikan bantuan medis darurat, termasuk menyiagakan unit ambulans guna mengantisipasi proses evakuasi sewaktu-waktu.