Pemerintah Kabupaten Bogor tengah melakukan langkah strategis untuk menata ulang Rest Area Gunung Mas di kawasan Puncak, Cisarua. Upaya ini dilakukan guna memaksimalkan fungsi rest area tersebut sebagai pusat wisata sekaligus titik krusial dalam manajemen rekayasa lalu lintas di jalur Puncak yang kerap padat.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengungkapkan bahwa perombakan desain mencakup pembongkaran sejumlah unit ruko yang selama ini menghalangi mobilitas kendaraan berukuran besar. Dengan desain baru yang lebih terbuka, diharapkan bus pariwisata dapat masuk dan parkir dengan leluasa di dalam kawasan rest area tersebut.
Selain perbaikan infrastruktur, pemkab berencana memindahkan Markas Polsek Cisarua ke dalam kompleks rest area. Langkah integrasi ini dimaksudkan agar koordinasi sistem buka-tutup jalur Puncak dapat berpusat di lokasi tersebut, sehingga kendaraan wisatawan yang tertahan arus lalu lintas dapat diarahkan untuk beristirahat di area parkir yang tersedia.
Terkait pembiayaan, pemerintah daerah berkomitmen untuk tidak membebani APBD. Proyek lanjutan ini akan didorong melalui skema kolaborasi antara investor swasta dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sayaga Wisata. Pendekatan kreatif ini dipilih agar pengembangan kawasan tetap berjalan efektif meski tanpa sokongan dana pemerintah.
Sebelumnya, langkah pengembangan ini mendapat dukungan dari PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III. Perusahaan pelat merah tersebut telah menyetujui penambahan lahan seluas empat hektare, yang melengkapi luasan eksisting sebesar tujuh hektare, guna mewujudkan kawasan wisata Puncak yang lebih tertata dan ramah bagi pengunjung.