Sebanyak 427 personel Korpasgat yang telah merampungkan masa tugas dalam Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI–PNG Kewilayahan Papua Tahun 2026 menjalani pemeriksaan kesehatan intensif di Pelabuhan IKT Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Selasa (07/07/2026). Proses skrining ini dilakukan segera setelah para prajurit mendarat menggunakan KRI Teluk Bintuni-520.
Pemeriksaan tersebut merupakan prosedur standar dalam pembinaan personel pascaoperasi. Tujuannya adalah memastikan kondisi fisik setiap prajurit tetap optimal sebelum mereka kembali bertugas di satuan induk masing-masing. Kedatangan para prajurit ini disambut langsung oleh jajaran pimpinan Brigade Parako 1 Pasgat, termasuk Komandan Brigade Parako 1 Pasgat, Kolonel Pas Helmi A. Nange, dan Kepala Kesehatan Korpasgat, Kolonel Kes dr. Whiko Irwan Destanto.
Dalam rangkaian pemeriksaan yang dilakukan, tim medis fokus pada skrining kesehatan umum, deteksi dini malaria, serta pemeriksaan HIV. Langkah preventif ini krusial mengingat karakteristik medan tugas di daerah operasi yang memiliki risiko kesehatan spesifik. Dengan adanya deteksi dini, setiap potensi gangguan kesehatan dapat segera tertangani secara medis sebelum prajurit melanjutkan perjalanan kembali ke unit asal.
Kepala Kesehatan Korpasgat, Kolonel Kes dr. Whiko Irwan Destanto, menegaskan bahwa kesehatan personel adalah prioritas utama. Menurutnya, pemantauan menyeluruh ini tidak hanya menjamin kesejahteraan prajurit secara individu, tetapi juga memastikan kesiapan operasional mereka saat kembali ke kesatuan setelah menuntaskan misi panjang di wilayah perbatasan Papua.
Usai menjalani rangkaian tes kesehatan, para personel Korpasgat kembali melanjutkan pelayaran dengan KRI Teluk Bintuni-520 menuju Pontianak. Perjalanan ini merupakan bagian dari etape akhir sebelum para prajurit melanjutkan rute pelayaran hingga ke Medan untuk kembali ke satuan masing-masing sesuai jadwal yang telah ditentukan.