Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, kini semakin mengintensifkan upaya jemput bola dalam pemberian layanan kesehatan. Melalui puskesmas setempat, tenaga kesehatan turun langsung ke rumah-rumah warga, terutama bagi pasien yang memiliki keterbatasan mobilitas untuk mengakses fasilitas kesehatan secara mandiri.
Dokter Puskesmas Mangli, dr. Hilda Khairinnisa, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam memastikan seluruh lapisan masyarakat mendapatkan hak atas pelayanan kesehatan yang merata. Langkah tersebut difokuskan untuk menjangkau kelompok rentan, mulai dari lansia, penyandang disabilitas, hingga pasien dengan penyakit kronis yang memerlukan pemantauan rutin.
Selain menyasar warga dengan keterbatasan fisik, petugas medis juga mengoptimalkan sarana pendukung seperti ambulans rujukan, ambulans desa, hingga kendaraan khusus untuk kunjungan rumah (home visit). Pelayanan ini tidak terbatas pada pemeriksaan kesehatan umum, tetapi juga mencakup pemantauan kondisi bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) serta penanganan masalah tumbuh kembang anak, termasuk pencegahan stunting.
Untuk mempermudah aksesibilitas, pihak puskesmas juga memberikan pendampingan administratif bagi warga yang terkendala kepesertaan BPJS Kesehatan. Melalui program Universal Health Coverage (UHC), petugas membantu masyarakat dalam proses pendaftaran dan pengaktifan jaminan kesehatan agar layanan medis yang berkelanjutan dapat terus diakses oleh seluruh warga tanpa terkecuali.
Inisiatif yang dilakukan Puskesmas Mangli ini merupakan cerminan dari kebijakan Dinas Kesehatan Jember yang bersifat inklusif. Selain melayani warga lokal, puskesmas juga terbuka bagi masyarakat dari luar daerah yang membutuhkan pemeriksaan rutin, layanan kehamilan, hingga persalinan, guna memastikan standar kesehatan masyarakat tetap terjaga dengan baik.