Kementerian Kesehatan Vietnam tengah mengambil langkah tegas dalam upaya menekan angka penyalahgunaan produk tembakau generasi baru. Melalui usulan amandemen Undang-Undang Pencegahan dan Pengendalian Bahaya Tembakau, pemerintah berencana menerapkan larangan menyeluruh terhadap produksi, distribusi, hingga penggunaan produk nikotin modern, termasuk kantung atau permen hisap nikotin yang kini semakin marak di pasaran.
Wakil Menteri Kesehatan, Profesor Tran Van Thuan, menyatakan bahwa langkah ini krusial mengingat tembakau tetap menjadi salah satu penyebab utama berbagai penyakit kronis dan kematian dini di Vietnam. Dengan lebih dari 100.000 kematian setiap tahun yang dikaitkan dengan tembakau, pemerintah bertekad membangun tameng hukum yang lebih tangguh untuk melindungi generasi muda dari paparan zat adiktif yang terselubung dalam kemasan modern.
Para ahli kesehatan menyoroti bahwa produk permen nikotin sering kali dipasarkan secara menyesatkan sebagai alternatif yang lebih "bersih" atau "bebas tembakau". Faktanya, zat nikotin di dalamnya tetap memicu ketergantungan serius. Desain kemasan yang berwarna-warni dengan varian rasa buah dan sensasi dingin dinilai sengaja dirancang untuk menarik minat remaja yang sebelumnya tidak pernah merokok, sehingga menciptakan kelompok pecandu baru.
Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa industri nikotin global berkembang jauh lebih cepat dibandingkan laju pembentukan regulasi. Tren pasar yang agresif ini, yang sering kali memanfaatkan media sosial untuk mengaitkan produk dengan gaya hidup aktif, telah memicu lonjakan konsumsi yang signifikan secara global. Hal ini menciptakan celah hukum yang mendesak untuk segera ditutup melalui kerangka peraturan yang komprehensif.
Selain melarang produk nikotin baru, draf usulan tersebut juga mencakup aturan lebih ketat bagi penjualan tembakau konvensional. Kebijakan ini meliputi pelarangan penjualan daring, pembatasan pajangan produk di toko retail, serta kewajiban verifikasi usia melalui kartu identitas elektronik (VNeID). Pemerintah Vietnam berharap langkah proaktif ini dapat menutup celah hukum yang selama ini dimanfaatkan industri untuk merambah pasar anak-anak dan remaja.