Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) secara tegas menepis kekhawatiran masyarakat terkait keamanan destinasi wisata di pesisir Banten. Meskipun Gunung Anak Krakatau (GAK) saat ini berstatus Siaga atau Level III, kawasan pantai populer seperti Anyer dan Cinangka dinyatakan tetap aman untuk dikunjungi wisatawan selama musim libur sekolah.
Wakil Bupati Serang, Muhammad Najib Hamas, dalam kunjungannya ke Pos Pengamatan GAK di Desa Pasauran, Senin (6/7), menyampaikan imbauan agar masyarakat tidak terpengaruh oleh disinformasi. Ia secara khusus meluruskan beredarnya video di media sosial yang menayangkan erupsi besar Gunung Anak Krakatau, dan menegaskan bahwa konten tersebut adalah hoaks atau hasil suntingan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Dukungan teknis atas pernyataan tersebut disampaikan oleh petugas Pos Pengamatan GAK, Deny Mardiono. Menurutnya, zona bahaya hanya dibatasi pada radius tiga kilometer dari titik erupsi. Dengan jarak geografis mencapai 42 kilometer dari Pantai Anyer, Cinangka, dan Carita, kecil kemungkinan material vulkanik akan menjangkau area permukiman maupun destinasi wisata tersebut.
Deny menjelaskan bahwa aktivitas vulkanik saat ini masih berada dalam batas wajar, dengan pantauan visual hanya menunjukkan kepulan asap tipis setinggi lima hingga sepuluh meter. Pihaknya menegaskan bahwa Badan Geologi telah mengeluarkan pernyataan resmi untuk membantah narasi menyesatkan yang sempat memicu keresahan publik.
Sebagai upaya transparansi, PVMBG berkomitmen untuk terus memutakhirkan data aktivitas gunung setiap enam jam. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah terpancing isu yang tidak akurat dan disarankan memantau informasi terkini melalui aplikasi resmi Magma Indonesia atau kanal informasi resmi Badan Geologi demi kenyamanan berwisata.