Pemerintah Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya, secara resmi mengajukan usulan anggaran sebesar Rp331,2 miliar kepada pemerintah pusat. Langkah strategis ini bertujuan untuk mengakselerasi pembangunan sektor pendidikan dan kesehatan, sekaligus memastikan pemerataan akses layanan dasar hingga ke distrik-distrik yang sulit terjangkau.
Bupati Tambrauw, Yeheskiel Yesnath, merinci bahwa dari total dana tersebut, sektor pendidikan mendapatkan alokasi sebesar Rp201 miliar, sementara sektor kesehatan diusulkan mendapatkan Rp130,20 miliar. Prioritas ini ditetapkan sebagai investasi jangka panjang demi mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing di masa depan.
Di bidang pendidikan, dana tersebut rencananya akan difokuskan pada pembangunan SMA berpola asrama, Sekolah Rakyat, serta Sekolah Terbuka. Selain infrastruktur fisik, pemerintah daerah juga berencana memperkuat kapasitas tenaga pengajar melalui pembangunan rumah dinas guru guna menjamin keberlangsungan kegiatan belajar-mengajar di pelosok daerah.
Sementara pada sektor kesehatan, Pemkab Tambrauw memprioritaskan pembangunan tiga puskesmas baru dan relokasi Puskesmas Sausapor. Tak hanya itu, penguatan layanan juga mencakup pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas), penyediaan air bersih, hingga peningkatan fasilitas di RSUD Fef. Untuk mengatasi kendala geografis, pemerintah juga mengusulkan pengadaan 21 unit ambulans darat dan empat unit Puskesmas Keliling Perairan.
Seluruh rencana pembangunan ini telah dikonsultasikan melalui rapat koordinasi bersama kementerian dan lembaga terkait di bawah naungan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan di Jakarta, Kamis (2/7/2026). Pemerintah daerah berharap dukungan pusat akan mempercepat realisasi program ini demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tambrauw secara menyeluruh.