Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara secara intensif melakukan koordinasi dengan pengelola basecamp pendakian Gunung Pakuwaja via Parikesit, Wonosobo. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis untuk meningkatkan standar keamanan bagi para pengunjung sekaligus memperkuat pengawasan terhadap aktivitas pendakian di kawasan hutan lindung tersebut.

Gunung Pakuwaja yang berada di ketinggian 2.421 meter di atas permukaan laut belakangan ini mengalami lonjakan kunjungan, terutama dari kalangan pendaki pemula. Karakteristik medan yang relatif ramah membuat destinasi ini kian populer di akhir pekan. Menanggapi fenomena tersebut, Perhutani menekankan pentingnya prosedur registrasi yang ketat serta pemantauan waktu keberangkatan dan kepulangan pendaki untuk meminimalisasi risiko kecelakaan.

Selain aspek keselamatan, pihak pengelola hutan juga memberikan atensi khusus pada isu lingkungan. Para pendaki diingatkan agar memiliki kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan jalur dengan membawa pulang seluruh sampah yang dihasilkan selama perjalanan. Edukasi ini menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga ekosistem Gunung Pakuwaja agar tetap terjaga dari dampak negatif aktivitas wisata massal.

Kepala BKPH Wonosobo, Naufal Rafif, menyatakan bahwa sinergi ini merupakan bentuk komitmen Perhutani dalam mengelola kawasan wisata alam secara bertanggung jawab. Menurutnya, koordinasi yang solid antara pengelola basecamp dan pihak otoritas hutan adalah kunci utama dalam menciptakan tata kelola pendakian yang aman, edukatif, dan ramah lingkungan.

Menyambut arahan tersebut, pihak pengelola Basecamp Pakuwaja menyatakan komitmen penuh untuk menerapkan prosedur pendakian yang lebih ketat. Pihak basecamp kini semakin proaktif dalam memberikan imbauan kepada para pendaki agar selalu mempersiapkan perlengkapan yang memadai, terutama menghadapi perubahan suhu ekstrem di wilayah Dieng yang kerap turun drastis pada malam hari.