Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) secara resmi memperkenalkan Lembaga Bisnis Berkelanjutan dalam sebuah pertemuan media yang berlangsung di Gedung MBA ITB, Bandung, Senin (6/7/2026). Inisiatif ini menandai langkah strategis institusi dalam memperluas kontribusi nyata bagi masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah melalui penguatan agenda pembangunan berkelanjutan.
Dekan SBM ITB, Prof. Dr. Aurik Gustomo, S.T., M.T., menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan ambisi SBM ITB untuk memperkokoh lingkungan akademik internasional. Dengan raihan akreditasi internasional AACSB dan dukungan pengajar dari berbagai negara, SBM ITB kini menargetkan peningkatan signifikan jumlah mahasiswa asing sebagai bukti pengakuan mutu pendidikan global yang mereka tawarkan.
Melalui lembaga baru ini, SBM ITB berkomitmen mentransformasi tridarma perguruan tinggi menjadi solusi praktis bagi persoalan riil. Salah satu wujud nyatanya adalah pendampingan UMKM di kawasan PLTS Desa Cirata, yang dirancang untuk mendukung pencapaian SDG 8 mengenai pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Selain itu, berbagai program pemberdayaan lainnya, seperti ekowisata di Garut dan revitalisasi ekonomi di Pasar Cihapit, menjadi bukti konkret keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam ekosistem masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Dedy Sushandoyo, Ph.D., menyoroti bahwa kekuatan utama SBM ITB terletak pada budaya bisnis kewirausahaan yang berbasis pada riset berani dan inovatif. Pendekatan ini diperkuat oleh Anggara Wisesa yang menekankan pentingnya dampak sosial yang terukur. Menurutnya, kontribusi SBM ITB tidak lagi bersifat parsial, melainkan terintegrasi secara bottom-up untuk menjawab tantangan tata kelola, akses pasar, dan digitalisasi usaha lokal.
Lembaga Bisnis Berkelanjutan kini memayungi berbagai proyek inisiatif seperti The Greater Hub, Teras Hijau Project, hingga program Social Forestry. Dengan sinergi lintas sektor dan kolaborasi internasional, SBM ITB memosisikan diri tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai katalis perubahan sosial-ekonomi yang adaptif terhadap dinamika global serta kebutuhan masyarakat lokal.