PT Pegadaian (Persero) kini menapaki fase pertumbuhan baru setelah memperkuat sinergi strategis dengan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Kolaborasi ini menjadi katalisator bagi perusahaan untuk mempercepat transformasi bisnis sekaligus memperkokoh posisinya sebagai motor penggerak ekosistem emas nasional yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Hingga Mei 2026, Pegadaian sukses mencatatkan total kelolaan emas sebesar 153,72 ton. Pencapaian ini merupakan buah dari upaya agresif perusahaan dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat, guna menggeser paradigma emas dari sekadar simpanan tradisional menjadi instrumen investasi produktif yang likuid. Sebagai satu-satunya Bank Emas di Indonesia, Pegadaian kini mengelola rantai pasok dari hulu ke hilir, mulai dari pemrosesan emas di Galeri 24 hingga penyediaan fasilitas penyimpanan berskala internasional.

Langkah ini selaras dengan agenda hilirisasi komoditas yang diusung pemerintah dalam program Asta Cita. Dengan mengembangkan ekosistem bulion yang komprehensif, Pegadaian berperan aktif dalam mengolah bahan mentah menjadi produk bernilai tambah tinggi yang mampu menstimulasi perekonomian domestik sekaligus memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.

Kinerja keuangan perusahaan juga menunjukkan tren impresif pada kuartal pertama 2026. Hingga April, Pegadaian membukukan laba bersih sebesar Rp 4,38 triliun, melonjak 87,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini juga tecermin dari total aset yang menembus Rp 183,8 triliun serta peningkatan Outstanding Loan (OSL) gross hingga mencapai Rp 153,6 triliun.

Direktur Utama PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan, menyatakan bahwa capaian ini adalah hasil dedikasi seluruh insan perusahaan dan kepercayaan nasabah. Ke depan, Pegadaian mulai melebarkan sayap ke kancah internasional dengan menjalin kerja sama pendanaan bersama Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) asal Jepang, hingga pembukaan kantor cabang luar negeri pertama di Timor Leste.

Tak berhenti di situ, perusahaan juga tengah mematangkan pengembangan produk Exchange-Traded Fund (ETF) Emas. Inovasi ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas, transparansi, dan kemudahan akses bagi para investor di pasar modal, yang semakin menegaskan kesiapan Pegadaian dalam bersaing di pasar regional maupun global.