Pemerintah Indonesia terus berupaya memperkuat sinergi dengan Rusia di sektor maritim melalui forum bertajuk Building an Indonesia-Russia Shipbuilding Partnership. Pertemuan strategis ini digelar di Paviliun Indonesia dalam ajang pameran teknologi industri bergengsi, INNOPROM 2026, yang berlangsung di Yekaterinburg, Rusia.

Kolaborasi ini dirancang sebagai wadah bagi para pelaku industri dari kedua negara untuk menjajaki peluang investasi baru, memfasilitasi transfer teknologi, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM), serta menginisiasi produksi bersama. Upaya tersebut diharapkan mampu mendongkrak daya saing galangan kapal nasional sekaligus memperluas penetrasi pasar ke kawasan Asia Tenggara (ASEAN).

Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyatakan bahwa kerja sama ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kapasitas industri perkapalan domestik. Dengan dukungan keahlian teknologi dari Rusia, Indonesia menargetkan percepatan modernisasi manufaktur maritim serta penguatan rantai pasok lokal.

Pertemuan bisnis ini merupakan tindak lanjut konkret dari Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama perkapalan yang telah disepakati kedua negara pada Desember 2025. Peluang kolaborasi ini diyakini akan semakin terbuka lebar seiring dengan rencana implementasi Perjanjian Perdagangan Bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia (I-EAEU FTA) di masa mendatang.

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki kebutuhan yang sangat tinggi terhadap armada kapal guna mendukung kelancaran distribusi logistik, konektivitas antarpulau, sektor perikanan, serta operasional energi lepas pantai. Di sisi lain, Rusia dikenal memiliki reputasi global yang kuat dalam rekayasa maritim, desain kapal niaga, dan teknologi sistem propulsi canggih yang dapat melengkapi kebutuhan Indonesia.

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kemenperin, Tri Supondy, menambahkan bahwa Indonesia menawarkan pasar yang sangat potensial dengan kapasitas industri yang terus bertumbuh. Sinergi ini diharapkan segera menghasilkan proyek konkret yang saling menguntungkan, sekaligus memantapkan posisi Indonesia sebagai salah satu pusat manufaktur maritim utama di Asia Tenggara.