Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) resmi mengukuhkan komitmen jangka panjang dalam mendukung kesehatan mental anak dan remaja. Langkah ini diwujudkan melalui peresmian Pusat Riset Kesehatan Mental dan Kesejahteraan Sosial (Research Center for Mental Health and Social Wellbeing) dalam puncak acara Safe Communities Safe Schools (SCSS) Festival di Banda Aceh.

Pusat riset ini hadir sebagai kelanjutan strategis dari program SCSS, sebuah kolaborasi riset internasional antara FK USK, DIGNITY Denmark, University of Colorado Boulder, dan Universitas Indonesia. Sejak 2019, program ini telah berhasil mengimplementasikan model sekolah inklusif dan aman di sejumlah sekolah mitra, melalui serangkaian intervensi psikososial yang melibatkan guru, orang tua, serta siswa.

Dekan FK USK, Dr. dr. Safrizal Rahman, M.Kes., Sp.OT., mengungkapkan bahwa festival ini menjadi ruang refleksi atas perjalanan kolaborasi selama lima tahun. Ia menegaskan pentingnya hasil riset tersebut untuk ditransformasikan menjadi rekomendasi kebijakan pemerintah guna menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih sehat secara emosional bagi generasi muda.

Dalam rangkaian acara tersebut, dilakukan diskusi lintas sektor yang melibatkan Dinas Pendidikan dan Bappeda Kota Banda Aceh. Sesi ini membedah potensi perluasan model sekolah aman ke cakupan yang lebih luas, sembari mendengarkan testimoni langsung dari siswa dan guru mengenai efektivitas intervensi yang telah diterima selama masa program.

Sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan program, pihak universitas memberikan penghargaan kepada mitra strategis, termasuk instansi pemerintah dan tim pelaksana riset yang dipimpin oleh Dr. Rina Suryani Oktari dan Dr. Haiyun Nisa. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan dalam acara ini menegaskan sinergi lintas sektor yang solid untuk menjamin keberlanjutan perhatian terhadap kesejahteraan psikososial siswa di sekolah-sekolah masa depan.