Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan Perdana Menteri India, Narendra Modi, secara resmi menyepakati penguatan kemitraan strategis dalam pertemuan bilateral yang berlangsung di Istana Merdeka. Diskusi tingkat tinggi ini difokuskan pada sinkronisasi kebijakan di sektor energi dan akselerasi kemajuan teknologi sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi kedua bangsa.
Dalam sektor energi, kedua pemimpin berkomitmen untuk memprioritaskan pengembangan energi bersih. Inisiatif yang diusung mencakup perluasan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) serta kolaborasi dalam pemanfaatan teknologi nuklir untuk kebutuhan energi masa depan. Presiden Prabowo menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk meningkatkan ketahanan energi nasional di tengah tantangan global yang kian kompleks.
Selain ketahanan energi, fokus utama dalam pertemuan ini adalah transformasi digital. Perdana Menteri Narendra Modi menggarisbawahi bahwa kemajuan teknologi merupakan penggerak utama di abad ke-21. Mengingat demografi pemuda yang signifikan di kedua negara, kerja sama di bidang kecerdasan buatan (AI), telekomunikasi, dan pembangunan infrastruktur digital publik (DPI) menjadi prioritas strategis.
Sinergi ini juga akan menyasar pengembangan ekosistem startup guna menstimulasi inovasi serta pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif. Di samping itu, kedua negara sepakat untuk memperdalam kemitraan di sektor antariksa, melanjutkan rekam jejak kolaborasi teknis yang telah terbina kuat selama beberapa dekade terakhir demi mendukung kemajuan teknologi Indonesia dan India secara berkelanjutan.