Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas Kesehatan bersama Tim Pembina Posyandu tengah menggeber rangkaian program penguatan kapasitas Posyandu sepanjang bulan Juli 2026. Langkah strategis ini bertujuan untuk mengoptimalkan mutu pelayanan kesehatan primer di tingkat kelurahan serta mempersiapkan kader dalam menyongsong transformasi kesehatan nasional.

Puncak rangkaian kegiatan ini diselenggarakan di Aula Josrizal Zain, Balai Kota Payakumbuh, pada Kamis (23/7/2026). Pertemuan penting ini dihadiri oleh jajaran pejabat daerah, mulai dari Sekretaris Daerah, TP Posyandu, Dinas Kesehatan, Bappeda, hingga para camat dan lurah se-Kota Payakumbuh guna menyamakan persepsi mengenai arah baru pengelolaan Posyandu.

Sebagai bagian dari persiapan, Dinas Kesehatan sebelumnya telah membekali Tim Pembina Posyandu tingkat kecamatan dan kelurahan melalui bimbingan teknis intensif pada 20-21 Juli lalu. Pembinaan ini dibagi secara kewilayahan untuk memastikan transfer pengetahuan mengenai kebijakan transformasi Posyandu dan penyusunan program kerja berjalan lebih efektif.

Mewakili Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Nofriwandi, memaparkan tiga pilar utama dalam transformasi Posyandu saat ini. Ketiga aspek tersebut meliputi perluasan cakupan layanan di luar sektor kesehatan konvensional, penguatan status kelembagaan menjadi Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan, serta sistem pembinaan yang kini terstruktur secara berjenjang dari pusat hingga daerah.

Ketua TP Posyandu Kota Payakumbuh, Eni Muis Zulmaeta, turut memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi para kader yang menjadi garda terdepan pelayanan. Menurutnya, kompetisi atau penilaian kinerja Posyandu bukan sekadar ajang mengejar piala, melainkan sarana evaluasi berkelanjutan agar pelayanan preventif dan promotif di masyarakat kian mandiri dan berdampak nyata.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, dr. Yanti, menjelaskan bahwa penerapan integrasi layanan primer ini merujuk pada regulasi kesehatan terbaru. Saat ini, Posyandu tidak lagi hanya melayani bayi dan balita, melainkan seluruh siklus kehidupan mulai dari ibu hamil hingga kelompok lanjut usia, ditopang oleh kunjungan rumah secara berkala oleh para kader terlatih.