YOGYAKARTA — Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, menghadiri lokakarya internasional bertajuk "Strengthening Teachers’ Science and Technology Literacy Through Coaching Program". Kegiatan yang berlangsung pada 29–31 Juli 2026 ini diselenggarakan oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) guna meningkatkan kualitas pengajaran sains di tingkat sekolah menengah.

Bertempat di Auditorium Herman Johannes, Gedung D FMIPA UGM, agenda strategis ini bertujuan mempererat kemitraan antara institusi pendidikan tinggi dan madrasah. Pembukaan acara dihadiri langsung oleh Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, serta Wakil Rektor UGM Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Prof. Dr. Wening Udasmoro, yang sekaligus meresmikan kerja sama lewat penandatanganan nota kesepahaman.

Dalam lokakarya tersebut, para pendidik mendapatkan pemaparan materi dari pakar lintas negara. Salah satunya adalah Prof. Tuan Hsiao-Lin dari National Changhua University of Education, Taiwan, yang menggarisbawahi pentingnya metode pembelajaran berbasis inkuiri. Metode ini melatih guru agar tidak sekadar menyampaikan teori, melainkan menuntun siswa melakukan observasi dan penyelidikan ilmiah secara mandiri.

Selain itu, perspektif praktis pengajaran sains di Taiwan dipaparkan oleh Dr. Hung Yi Wen. Peserta juga dibekali materi aplikatif mengenai inovasi teknologi biosensor medis oleh peneliti pascadoktoral Dr. Eng. Trisna Julian, serta kebijakan nasional terkait penyiapan talenta sains masa depan melalui Sekolah Garuda oleh Prof. Dr. Eng. Yudi Darma.

Menanggapi keikutsertaan ini, Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, menyatakan bahwa sinergi dengan perguruan tinggi papan atas adalah langkah krusial untuk mencetak generasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi modern. Pihaknya berkomitmen mengimplementasikan hasil lokakarya ini guna membangun budaya riset yang lebih kuat di lingkungan madrasah agar mampu bersaing di kancah nasional maupun global.