Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali menyelimuti Tokopedia seiring dengan berjalannya proses integrasi pasca-akuisisi oleh TikTok. Manajemen TikTok, selaku pemegang saham mayoritas, mengonfirmasi bahwa saat ini perusahaan tengah melakukan penyelarasan organisasi, khususnya pada divisi riset dan pengembangan (R&D) guna mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Meski langkah ini memicu kekhawatiran publik, juru bicara TikTok menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan yang matang. Pihak perusahaan berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh kepada para karyawan yang terdampak selama periode transisi berlangsung. Namun, hingga saat ini, manajemen belum merinci berapa jumlah pasti karyawan yang harus melepas posisinya dalam langkah efisiensi terbaru di pertengahan 2026 ini.

Strategi efisiensi ini bukanlah hal baru bagi platform e-commerce berusia 17 tahun tersebut. Sejak ByteDance mengakuisisi 75% saham Tokopedia pada akhir 2023, serangkaian perampingan organisasi telah dilakukan secara berkala. Analisis menunjukkan bahwa integrasi antara TikTok Shop dan Tokopedia memicu kebutuhan untuk menata ulang struktur organisasi agar lebih ramping, mengingat adanya tumpang tindih peran antar-tim.

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa fokus operasional Tokopedia di Indonesia kini mulai bergeser ke ranah bisnis dan pemasaran. Sementara itu, untuk fungsi-fungsi teknis yang krusial, manajemen dikabarkan melakukan pemusatan koordinasi yang diarahkan langsung ke pusat pengembangan di China. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi integrasi sistem yang ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir tahun ini.