Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali memperkuat eksistensi internasionalnya melalui program pengabdian masyarakat di Phnom Penh, Kamboja. Tiga akademisi dari UMY menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan bagi siswa SMA Norol Iman dengan tujuan menanamkan semangat berbisnis sejak dini serta membekali mereka dengan keterampilan praktis yang relevan dengan tantangan ekonomi global saat ini.

Kegiatan yang dilaksanakan secara hibrida tersebut menghadirkan tiga pakar, yakni Sutrisno Wibowo, S.E., M.M., Dr. Punang Amaripuja, S.E., S.T., M.I.T., dan Dr. Lalu Supardin, S.E., M.M. Dalam sesi pelatihan, Sutrisno Wibowo membedah kerangka *Business Model Canvas* (BMC) sebagai alat bantu bagi para siswa untuk merancang ide bisnis secara sistematis, mulai dari pemetaan segmen pelanggan hingga struktur biaya yang efisien.

Sementara itu, Dr. Punang Amaripuja menekankan urgensi membangun karakter wirausahawan yang tangguh melalui materi *The Entrepreneurial Spirit*. Menurutnya, menanamkan jiwa kewirausahaan kepada generasi muda di Kamboja merupakan langkah strategis agar mereka tidak sekadar menjadi pencari kerja, melainkan mampu menjadi pencipta lapangan kerja dengan memanfaatkan potensi kearifan lokal yang ada.

Siswa SMA Norol Iman menyambut inisiatif ini dengan antusiasme tinggi, terlihat dari keaktifan mereka dalam diskusi dan pemaparan ide bisnis kreatif. Melalui program ini, UMY berharap dapat berkontribusi dalam mencetak wirausahawan muda Kamboja yang inovatif sekaligus mempererat kerja sama pendidikan lintas negara di kawasan Asia Tenggara.