Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) secara tegas membantah kebenaran sebuah video yang tengah viral di media sosial. Video yang diunggah melalui kanal YouTube @bencanapopuler tersebut dinarasikan sebagai dokumentasi erupsi terbaru Gunung Semeru, namun pihak otoritas memastikan bahwa konten tersebut merupakan informasi bohong atau hoaks.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan investigasi mendalam serta memverifikasi data tersebut dengan laporan resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Hasilnya, narasi dalam video tidak memiliki korelasi dengan data aktivitas gunung api yang tercatat secara aktual.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap konten yang tidak terverifikasi, apalagi sampai membagikannya kembali. Langkah ini krusial untuk mencegah timbulnya kepanikan di tengah masyarakat. Pastikan untuk selalu merujuk pada kanal informasi resmi dari PVMBG, BPBD Lumajang, maupun Pemerintah Kabupaten," tegas Isnugroho pada Sabtu (4/7/2026).

Berdasarkan catatan sistem MAGMA Indonesia, Gunung Semeru memang mengalami erupsi pada 3 Juli dan 4 Juli 2026, namun detail kejadian tersebut tidak selaras dengan visual yang disebarkan oleh akun viral tersebut. Saat ini, status Gunung Semeru masih berada pada Level III (Siaga). PVMBG terus menekankan larangan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah, serta mewaspadai sektor tenggara di sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari puncak.

Isnugroho menambahkan bahwa penyebaran berita bohong berpotensi mengganggu efektivitas mitigasi bencana di lapangan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih bijak dalam menyaring informasi demi menjaga ketertiban umum dan keselamatan bersama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi ini.