Bank Mandiri Taspen tengah melakukan langkah strategis dalam mentransformasi model bisnisnya dengan memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat berusia 40 tahun ke atas atau segmen '40 Plus'. Kebijakan ini diambil sebagai upaya memperkuat performa bisnis sekaligus mendukung target perusahaan untuk naik kelas menjadi Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 3 pada tahun 2028 mendatang.

Head of Strategic & Performance Management Department Bank Mandiri Taspen, Agus Syaiful Anwar, menjelaskan bahwa selama ini portofolio kredit perseroan didominasi oleh segmen pensiunan, yang mencakup sekitar 99 persen dari total pembiayaan. Melalui strategi baru ini, perusahaan ingin membangun hubungan lebih awal dengan nasabah potensial sebelum mereka memasuki masa purnatugas.

Agus menegaskan bahwa pendekatan ini bertujuan agar masyarakat dapat lebih matang secara finansial, mental, dan produktif sebelum pensiun tiba. Dengan hadir lebih awal, Bank Mandiri Taspen berkomitmen untuk mendampingi nasabah sejak mereka masih aktif bekerja, sehingga transisi menuju masa pensiun dapat dilakukan dengan lebih terencana.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa perluasan segmen ini tidak berarti perusahaan meninggalkan fokus utamanya pada nasabah pensiun. Sebaliknya, langkah ini adalah upaya jemput bola untuk memastikan generasi 40 Plus memiliki kemandirian finansial dan kesehatan yang terjaga saat memasuki masa pensiun nanti.

Sebagai realisasi dari strategi tersebut, Bank Mandiri Taspen kini mulai menawarkan berbagai solusi investasi, pendampingan edukasi keuangan, hingga program kewirausahaan. Inisiatif ini dirancang agar nasabah tetap aktif dan produktif meskipun telah menyelesaikan masa tugas profesional mereka.