Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Sulawesi Barat menjalin kemitraan strategis dengan Polda Sulbar guna mengakselerasi upaya eliminasi tuberkulosis (TBC) di wilayah tersebut. Langkah ini merupakan bentuk nyata dari implementasi Gerakan Aktif Masyarakat dan Tenaga Kesehatan Terpadu Atasi Tuberkulosis (Garatta TBC).

Data semester pertama tahun 2026 menunjukkan urgensi penanganan penyakit ini di Sulawesi Barat, di mana terdapat estimasi 5.504 kasus TBC, sementara baru 1.743 kasus yang berhasil ditemukan hingga Juni. Selain itu, cakupan terapi pencegahan tuberkulosis (TPT) bagi kontak erat pasien masih sangat rendah, yakni baru menjangkau 365 dari total 7.249 orang yang berisiko.

Kepala Dinkes P2KB Sulbar menegaskan bahwa penanggulangan TBC tidak dapat bertumpu pada sektor kesehatan semata. Keterlibatan Polri menjadi krusial karena jaringan Bhabinkamtibmas yang luas hingga ke tingkat desa diharapkan mampu memaksimalkan proses penemuan kasus baru serta investigasi kontak di tengah masyarakat.

Di sisi lain, Kabid Dokkes Polda Sulbar, dr. Elvis Jefferson, menekankan peran sentral rumah sakit sebagai garda terdepan dalam jejaring penanganan TBC. Menurutnya, fasilitas kesehatan harus memastikan setiap pasien yang teridentifikasi mendapatkan penanganan berkelanjutan hingga tuntas untuk memutus rantai penularan di masyarakat.

Kedua instansi kini sepakat untuk memperkuat sistem monitoring berbasis data. Dengan adanya koordinasi lintas sektor yang semakin solid, pemerintah daerah optimis bahwa target eliminasi TBC di Sulawesi Barat dapat tercapai dengan lebih efektif dan efisien.